Sungai Kalimaraup dibenahi untuk wisata tahunan

  • Dec 15, 2025
  • agus permana
Desa Panggung Kec. Paringin Selatan Kab. Balangan
Tabat Basar atau bendungan Kali Meraup yang merupakan bagian dari sistem irigasi pedesaan hasil karya para nenek moyang di Desa Inan Panggung, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan, dibenahi sebagai kawasan wisata alam. 
Seorang anggota DPRD dari komisi III kabupaten setempat, Hafis Ansyari ketika sama2 meninjau lokasi bersama media ini, selasa mengakui pemkab Balangan mengocorkan dana untuk pembenahan Tabat Basar. 
Dana yang diberikan adalah pembangunan jembatan kecil serta sebuah pondopo semacam tempat berkumpul yang dibangun persis di atas danau kawasan Tabat Basar. 
Karena sudah membudaya dalam beberapa tahun belakangan ini, diadakan lomba menangkap ikan, yang selalu dihadiri bupati setempat, serta ribuan masyarakat. 
Pada kegiatan tersebut, pengunjung khususnya pejabat setempat tak ada lokasi khusus untuk kumpul, padahal hampir dipastikan dihadiri unsur Muspida atau Forkofimda
Oleh karena itu atas bantuan Pemkab dibangunkan jembatan serta bangunan semacam pendopo.
Hingga jika nanti diadakan lomba tangkap ikan maka para pejabat yang hadir sudah tersedia tempat yang layak, kata Hafis didampingi warga setempat Undal Dormas. 
Lomba tangkap ikan biasa digelar saat bendungan atau tabat dibuka, pada dua tahun sekali
Dengan dibuka pintu airnya maka debet bendungan Kali Meraup itupun menyurut, hingga ramai warga setempat untuk mencari ikan di lokasi lokasi yang surut tersebut..
Ratusan warga tua muda, perempuan dan laki -laki turun ke danau kecil bendungan mencari ikan, baik dengan jala (lunta) maupun dengan hancau, tanggung, halawit, serta sarakap.

Aneka ikan diperoleh warga tapi masih didominasi ikan rawa berupa, gabus, sepat, sepat siam, papuyu, kapar, dan patung.

Sedangkan ikan sungai juga terdapat di lokasi yang sama, seperti puyau, baung, sanggiringan, lais, saluang, bancir dan aneka ikan sungai lainya. 

Sudah terkenal

Tabat basar atau Kali Meraup cukup dikenal di wilayah setempat, karena bukan saja sebagai objek wisata, tetapi juga sebagai lokasi irigasi sederhana pedesaan, sekaligus sebagai berkembang biaknya, ikan sungai dan rawa.

Keunikan lain lagi, dari tabat basar, karena ini hasil karya nenek moyang warga Desa Inan, yang mampu berkarya menciptakan bendungan kecil yang berasal dari sungai setempat yang disebut kali maraup.

Sungai kali maraup yang berhulu ke wilayah Kecamatan Awayan ini, tadinya hanya sungai kecil yang mengalir sebagaimana sungai kecil lainnya.

Tetapi melalui buah karya tetuha masyarakat Inan yang kala itu konon dimotori oleh tujuh orang tetuha kampung membuat sungai sekaligus bendungan sederhana yang berhasil menjadi lokasi irigasi pedesaan yang mampu mengairi ratusan hektare persawahan setempat.

Bukan saja, ribuan ton padi sudah berhasil diproduksi dari hasil pengairan sederhana, tetapi sudah ribuan kuintal ikan dihasilkan dari hasil produksi tabat basar ini dikala tabat ini dikeringkan.